Boalemo Dapat Alokasi ABT untuk Program Hilirisasi Komoditas Perkebunan

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 11:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Jakarta) – Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau menghadiri langsung Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pelaksanaan program hilirisasi komoditas prioritas perkebunan yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Dalam rakor yang dipimpin langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu, Kabupaten Boalemo bersama dua daerah lain di Provinsi Gorontalo yakni Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato, dipastikan memperoleh alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2025 untuk mendukung pelaksanaan program hilirisasi perkebunan prioritas.

Bupati Boalemo turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Andi Hurudji, S.P., M.Si. Kehadiran mereka menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk mempercepat transformasi sektor perkebunan dari hulu ke hilir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alokasi anggaran ini menjadi peluang besar bagi Boalemo untuk meningkatkan produksi, pengolahan, dan daya saing komoditas perkebunan. Hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan hasil, tetapi juga memberi nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani kita,” ujar Bupati Rum Pagau usai kegiatan.


Fokus Hilirisasi Nasional

Baca Juga :  Doa Asyura di Boalemo, Wujud implementasi Falsafah Gorontalo

Kementerian Pertanian menyiapkan tambahan anggaran hampir Rp 9,9 triliun untuk mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan di seluruh Indonesia. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan benih unggul, penguatan rantai pasok, pembangunan unit pengolahan hasil, hingga pendampingan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan penyediaan benih gratis pada lahan perkebunan hingga 800 ribu hektare dan penyerapan 1,6 juta tenaga kerja di sektor hilir. Komoditas yang menjadi prioritas nasional antara lain tebu, kopi, kakao, kelapa, mete, serta rempah-rempah seperti pala dan lada.

“Perkebunan adalah sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja. Dengan hilirisasi, kita tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi menghasilkan produk turunan bernilai tinggi,” kata Menteri Pertanian dalam keterangannya.


Dampak untuk Kabupaten Boalemo

Dengan masuknya Boalemo sebagai salah satu penerima ABT, pemerintah daerah akan segera menyusun rencana teknis bersama Kementan untuk memaksimalkan peluang tersebut. Kepala Dinas Pertanian Andi Hurudji menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat data calon petani dan calon lokasi (CPCL) agar distribusi program tepat sasaran.

Langkah pertama adalah memastikan data petani dan lokasi akurat. Dengan begitu, bantuan bibit maupun pembangunan fasilitas pengolahan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” jelas Andi Hurudji.

Program hilirisasi diyakini akan mendorong pengembangan komoditas unggulan Boalemo, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa.

Baca Juga :  Sekda Boalemo : Si Pades upaya wujudkan akuntabilitas pengelolaan aset desa yang tertib dan efisien

Tantangan dan Harapan

Meski dukungan anggaran telah tersedia, tantangan tetap ada. Kesiapan infrastruktur pendukung, kepastian lahan, hingga akses pasar menjadi faktor penting keberhasilan program. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Boalemo diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah pusat, swasta, dan kelompok tani untuk mengawal implementasi di lapangan.

Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi daerah.

Kami optimistis hilirisasi perkebunan di Boalemo akan membawa dampak signifikan. Ini bukan sekadar program pertanian, tetapi bagian dari strategi pembangunan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Berita Terkait

DPRD Boalemo Tindaklanjuti Temuan Bupati, Turun Cek Kerusakan SMPN 3 Mananggu
WFA di Boalemo, Efisien di Atas Kertas, Mahal di Kehidupan Nyata
Pastikan Keamanan Nataru, Kapospam Tilamuta, IPDA Suwendi Rasima, Pimpin Pengamanan di Titik Strategis
Dikbud Boalemo Raih Tiga Penghargaan Mutu Pendidikan dari BPMP Gorontalo
Seluruh PKB Boalemo Teken Sasaran Kinerja Wilayah, Perkuat Komitmen Program Bangga Kencana
Hardi Mopangga Dampingi 60 UMK Terima Bantuan BAZNAS Provinsi
100 Siswa Az-Zahra Boalemo Dibentuk Jadi ‘Benteng’ Anti-Bullying Lewat Outbound Kids
Ikbal Ka’u: Menolak Lupa, Pemerintah Jangan Jadi Corong Perusahaan yang Menindas Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:21 WITA

DPRD Boalemo Tindaklanjuti Temuan Bupati, Turun Cek Kerusakan SMPN 3 Mananggu

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:39 WITA

WFA di Boalemo, Efisien di Atas Kertas, Mahal di Kehidupan Nyata

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:46 WITA

Pastikan Keamanan Nataru, Kapospam Tilamuta, IPDA Suwendi Rasima, Pimpin Pengamanan di Titik Strategis

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:18 WITA

Dikbud Boalemo Raih Tiga Penghargaan Mutu Pendidikan dari BPMP Gorontalo

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:25 WITA

Seluruh PKB Boalemo Teken Sasaran Kinerja Wilayah, Perkuat Komitmen Program Bangga Kencana

Berita Terbaru