Gorengan” Media yang Melenceng: Menepis Politisasi Boikot DPRD Boalemo dan Nyanyian Satir 5 Fraksi

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (DPRD BOALEMO) — Konstelasi politik di internal DPRD Kabupaten Boalemo mendadak memanas. Dinamika hubungan kerja antar-pimpinan dan fraksi-fraksi di parlemen daerah ini menjadi sorotan hangat, terutama setelah bergulirnya sikap kritis dan aksi boikot yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Ketua DPRD.

Berdasarkan pantauan media, tensi politik makin terasa menyengat ketika lima fraksi—Gerindra, Demokrat, Nasdem, Golkar, dan Persatuan Indonesia—menyuarakan kritik menohok yang sarat nada satir. Kritikan tersebut secara telanjang “menguliti” berbagai persoalan internal di tubuh DPRD Boalemo:

Simfoni Kritik 5 Fraksi: Menguliti Borok Internal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Fraksi Gerindra: Memulai dengan nada tinggi, menyoroti betapa “hebatnya” kendali pimpinan yang dinilai lembek. Di bawah kepemimpinannya, wibawa lembaga legislatif ini dianggap melorot ke titik nadir, kehilangan taji dan karisma di hadapan mitra kerjanya.
  • Fraksi Demokrat: Menyambung dengan pukulan tak kalah telak. Mereka menyentil berbagai pemberitaan media massa yang secara jujur mengabarkan bahwa tugas dan fungsi DPRD Boalemo telah mati. Sebuah ironi yang mengiris hati; lembaga yang disokong uang rakyat namun dinilai secara klinis “meninggal” dalam fungsi pengawasannya.
  • Fraksi Nasdem: Menunjuk betapa tumpulnya proses pengambilan keputusan. Kebijakan-kebijakan penting daerah dibiarkan mengambang dan berdebu, seolah-olah waktu berjalan tanpa urgensi di tangan sang Ketua.
  • Fraksi Golkar: hujatan kepada Anggota DPRD yang hanya makan gaji buta karena tidak menjalankan fungsi Pengawasan terkait Peminjaman mobil tersebut disisi lain, Rapat Pimpinan tidak pernah dijalankan oleh Ketua DPRD. Sebuah pertanyaan besar: bagaimana lembaga pengawas bisa kecolongan oleh benda mati?
  • Fraksi Persatuan Indonesia: Menutup simfoni kritik ini dengan nestapa krusial: urusan Perjalanan Dinas (Perdis) DPRD yang ujung-ujungnya menangis meratapi nasib lantaran tak kunjung terbayarkan.
Baca Juga :  DPRD Boalemo Paripurnakan RAPBD Tahun 2023. Berikut pandangan Akhir seluruh Fraksi

Sanggahan Internal: “Aksi Boikot Tak Mencederai Hak Rakyat”

Baca Juga :  Perkuat Alat Bukti, Kejari Boalemo periksa sejumlah Saksi Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo

Di tengah maraknya pemberitaan yang berkembang—termasuk framing di media lokal seperti Pagata.id—internal legislatif memberikan respons menohok.

Salah satu Anggota Legislatif (Aleg) meluruskan bahwa narasi yang diusung sejumlah media telah bergeser dari substansi yang sebenarnya.

Pemberitaan yang beredar jelas melenceng jauh dari substansi dan terkesan sengaja menggiring opini publik. Langkah boikot yang dilakukan terhadap Ketua DPRD murni merupakan sikap politik internal terkait gaya kepemimpinan beliau. Hal itu sama sekali TIDAK ADA sangkut pautnya dengan kepentingan rakyat, apalagi sampai menyakiti hati masyarakat,” tegas salah satu aleg dalam pesan internalnya.

Pihaknya menambahkan bahwa berjalannya agenda-agenda strategis daerah—seperti penyerahan Rancangan KUA-PPAS—menjadi bukti bahwa tugas konstitusional demi kepentingan masyarakat Boalemo tetap dikedepankan.

Dinamika politik dan kritik keras terhadap pimpinan diharapkan tidak dibenturkan dengan komitmen para wakil rakyat dalam menjalankan fungsi dasarnya untuk masyarakat.

Berita Terkait

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk
Cegah Komplikasi Diabetes, Puskesmas Berlian Boalemo Gelar Layanan Prolanis Terpadu
“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis
Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya
“Kursi Kosong”, Boikot Ketua DPRD Boalemo Berkepanjangan Lumpuhkan Nadi Legislasi dan Merugikan PDIP ?
Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan
Jalan Rusak Parah Puluhan Tahun, Bupati Buta, DPRD Bisu; Uang Rakyat ke Mana?
Boikot untuk Ketua; DPRD Boalemo mulai Retak ??

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:13 WITA

Gorengan” Media yang Melenceng: Menepis Politisasi Boikot DPRD Boalemo dan Nyanyian Satir 5 Fraksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:28 WITA

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:30 WITA

Cegah Komplikasi Diabetes, Puskesmas Berlian Boalemo Gelar Layanan Prolanis Terpadu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:34 WITA

“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:33 WITA

Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya

Berita Terbaru

Daerah

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:28 WITA