JANJI-JANJI PAHAM DI BAWAH BAYANG-BAYANG REALITA

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 00:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) – Meskipun gaung program unggulan pasangan Rum Pagau dan Lahmudin Hambali (PAHAM) santer terdengar, janji-janji mereka di tahun perdana kepemimpinan ini mulai dipertanyakan.

Alih-alih melaju kencang, banyak program unggulan yang kini terlihat berjalan di tempat. Keraguan muncul karena beberapa kebijakan mereka dinilai belum sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Di sektor pertanian, misalnya. Rencana diversifikasi dari jagung ke komoditas jangka panjang seperti durian, cokelat, kelapa sawit, dan jambu mete dianggap terlalu ambisius. Tanpa dukungan dan adaptasi yang matang, hal ini sulit terealisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karakteristik petani Boalemo yang sudah terbiasa dengan pola tanam jagung sebagai sumber penghasilan utama, membuat mereka ragu untuk beralih ke komoditas lain yang butuh waktu lama untuk panen.

Baca Juga :  "Kopi Pagi" jadi sarana Evaluasi Capaian Program kerja Pemda Boalemo

Pemerintah daerah harus bekerja keras untuk meyakinkan dan memberikan pendampingan intensif agar program ini tidak sekadar wacana.

Sementara itu, dunia pendidikan di Boalemo masih menghadapi tantangan besar. Meskipun program Sekolah Rakyat Unggul dan Sekolah Garuda Unggul digadang-gadang akan meningkatkan kualitas SDM, tapi ironisnya pemerintah daerah tak menganggarkan dana untuk beasiswa.

Padahal, beasiswa sangat penting untuk mendukung siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tanpa dukungan finansial, program ini dikhawatirkan tidak akan mampu membawa dampak signifikan terhadap kemajuan pendidikan di Boalemo.

Proyek videotron modern di pusat kota juga menjadi sorotan. Alat promosi senilai miliaran rupiah ini kini seperti “gajah putih” karena belum sepenuhnya berfungsi.

Baca Juga :  Harmoni Pemprov dan Pemkab: Bupati Rum Pagau Terima Kunjungan Balasan Gubernur Gusnar Ismail

Meskipun sudah terpasang, namun videotron itu tak kunjung beroperasi secara maksimal. Pemerintah daerah pun belum bisa menunjukkan pihak ketiga mana yang sudah menandatangani kontrak, namun videotron itu sudah menjadi beban biaya listrik.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di benak masyarakat, siapa yang akan bertanggung jawab atas biaya operasional videotron yang tidak terpakai ini?

Berbagai permasalahan ini menjadi cerminan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang diambil.

Masyarakat Boalemo menuntut agar janji-janji PAHAM tidak hanya sebatas rencana, tetapi juga bisa direalisasikan dengan strategi yang matang dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
PKM Berlian Gelar Pelayanan KB Serentak Gratis dalam Rangka Harganas ke-33
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru