Trilogis.id (Boalemo) – Front Aksi Mahasiswa Boalemo (Fraksi MB) kembali turun kejalan untuk lakukan Demonstrasi menyambangi Kantor Bupati Boalemo, rabu, 22-02-2023.
Masih tetap dengan tuntutan Ganti Sekda, sejumlah persoalan yang menyeret nama besar Sekretaris Daerah menjadi isu sentral yang disampaikan masa aksi.
Sebut saja ketika dirinya (Sekda;red) menggunakan APBD dalam program doktoral pada kondisi masyarakat sulit dengan ekonominya hingga ada yang rela tidak berhenti karena masalah pembayaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Fraksi MB, Secara yuridis berdasarkan UU NO. 5 tahun 2014 tentang Apratur Sipil Negara pasal 5 kode etik.
Sempat gonto-gontokan dengan aparat pengamanan, Pihak Pamerintah tak kunjung datang menemui masa aksi. Bahkan hingga derasnya hujan, sejumlah mahasiswa masih tetap menunggu jawaban pemerintah daerah.
Menuntut evaluasi Sekretaris Daerah oleh Badan Kepegaiwan Daerah – Pendidikan dan Latihan (BKD-DIKLAT) Kabupaten Boalemo, Yakop Musa mengaku tak mendapat Perintah dari atasannya.
“Kami belum ada perintah. Saya masih ada atasan,” terang Yakop saat beraudiens dengan masa aksi via telpon selulernya.
Salah satu orator aksi, Husin Maliyakum menyebut Birokrasi Pemerintah Boalemo sangat amburadul. Pasalnya, untuk menerima aspirasi, masyarakat harus diperhadap-hadapkan dengab aparat penegak hukum.
Akhirnya diterima Sekretaris Daerah diruang kerja seusai diguyur hujan, Dr. Sherman Moridu mengaku siap bertanggung jawab jika sekiranya ada pelanggaran hukum yang bisa menimpanya.