Pembantu Misterius dan Mahasiswa Bergerak

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 23:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bab 10

Pagi itu, halaman depan Kantor Kejaksaan Negeri Lelata dipenuhi suara lantang mahasiswa. Spanduk terbentang:
“USUT TUNTAS KORUPSI PERDIS FIKTIF DPRD TANOWA!”

Orasi menggema, membawa satu pesan:
Jangan berhenti di satu tahun. Buka semua!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah panas dan sorak, tiba-tiba seorang jaksa keluar membawa sepucuk surat bermeterai. Surat itu ditandatangani langsung oleh Kepala Kejari Lelata.

Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara utuh dan transparan.”

Massa bersorak.
Media lokal menyorot headline:
“Kejari Janji Usut Tuntas Dugaan Korupsi Perdis DPRD.”

Tapi yang tidak semua tahu:
Beberapa jam sebelum aksi dimulai, telah terjadi sesuatu.

Sinyal dari Pusat

Malam sebelumnya, seorang pejabat intel Kejari menerima pesan dari nomor tak dikenal. Bukan ancaman. Tapi dokumen PDF.

Kami rakyat Tanowa yang menolak dikibuli.
Surat ini kami tujukan ke lembaga anti rasuah pusat,
sebagai permintaan pengawasan khusus atas proses hukum
kasus korupsi perjalanan dinas fiktif DPRD Tanowa.”

Isinya tajam dan terstruktur.
Bukan tulisan sembarangan.
Dan pengirimnya — anonim, tapi rapi.

Baca Juga :  Konspirasi Bayangan

Tak lama, staf di Kejari mengonfirmasi:
Surat tersebut benar telah dikirim langsung ke pusat.

Pengawalan Eksternal

Lembaga anti rasuah pusat memang belum bersuara. Tapi sistem mereka mendeteksi dan mencatat setiap surat pengaduan. Dalam struktur tertentu, pengawasan dari pusat mengubah ritme kerja daerah.

Kalau ini naik ke pengawas pusat, kita tak bisa main aman lagi.”
“Panggil semua tim. Ini harus dibuka lebih serius.”

Surat itu menjadi semacam katalis.
Tidak memaksa, tapi menekan.
Tak terlihat, tapi mengunci ruang-ruang kelambanan.

Siapa Pengirimnya?

Di kalangan internal kejaksaan, mulai muncul desas-desus.
Siapa yang mengirim? Siapa yang berani?

Mungkinkah LSM?”
“Atau salah satu aktivis mahasiswa?”
“Jangan-jangan orang dalam DPRD sendiri yang kecewa…”

Tak ada yang tahu pasti. Tapi mereka sepakat:
Ini bukan surat biasa.
Ada tangan cerdas dan jaringan kuat di baliknya.

Baca Juga :  Jalan yang Tak Pernah Ditempuh

Koalisi Baru: Mahasiswa dan Bayangan

Setelah aksi mahasiswa usai, muncul gelombang dukungan di media sosial.
Akun-akun lokal menyebarkan tagar:
#BongkarSemuaTahun
#DPRDTanowaHarusBertanggungjawab
#PerjalananFiktifUangNyata

Petisi daring dibuat, ditandatangani ribuan.
Naskah PDF “Kerugian Negara Miliaran” kembali viral, versi baru sudah mencantumkan nama-nama yang disebut dalam rekaman.

Kejaksaan tak lagi bisa bergerak sendirian.
Sorot mata publik menekan dari segala arah.
Dan di antara mereka, tetap ada satu sosok tanpa nama
yang sejak awal, bekerja dalam diam.

Nasa menulis dalam catatan pribadinya:

Gerakan paling berbahaya bukan yang lantang di jalan,
tapi yang senyap dan mengunci sistem dari dalam”.

Bersambung…

Penulis : Nanang Syawal

Berita Terkait

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?
Hakim Bernurani vs Birokrasi Penuntutan: Menyelamatkan Pidana Pengawasan di Era KUHP Baru
Kursi Sekda dan Rekam Jejak Kegagalan Sektor Pertanian di Boalemo

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Senin, 18 Mei 2026 - 18:55 WITA

Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terbaru