Sebut Demo Kasus Perdis Fiktif “Tendensius”, KOPRI: Kisman Perlu Banyak Belajar

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025 - 18:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(BOALEMO) – Aktivis Kisman Abubakar menilai aksi demonstrasi yang menyoroti kasus dugaan perjalanan dinas (perdis) fiktif DPRD Boalemo cenderung “tendensius”.

Menurutnya, publik sebaiknya tidak berlebihan dalam mendesak Kejaksaan Negeri Boalemo, karena proses hukum tetap membutuhkan ruang objektivitas.

Namun, pernyataan Kisman tersebut justru menuai gelombang kontra. Sejumlah aktivis menilai bahwa penggunaan istilah “tendensius” tidak bisa dipahami sebagai sesuatu yang negatif. Sebab, dalam konteks korupsi, desakan publik yang tajam dan keras adalah bentuk kewajaran, bahkan keharusan, demi menyelamatkan keuangan negara.

Kalau bicara korupsi, memang tidak ada kebaikan yang bisa dibenarkan. DPRD itu sudah mengkhianati amanah rakyat jika benar terlibat perdis fiktif. Jadi wajar kalau masyarakat, mahasiswa, dan LSM turun ke jalan dengan sikap keras. Itu bukan lebay, itu panggilan moral,” tegas Nurmala Hidayat, aktivis muda Perempuan NU sekaligus PC. Korps PMII Putri Boalemo, Sabtu (12/09/2025).

Ia menambahkan, desakan publik sejatinya bukan ancaman bagi penegakan hukum, tetapi justru penguat agar aparat tidak bermain-main dengan kasus besar yang menyeret unsur pimpinan DPRD.

Kalau tidak ada tekanan publik, justru rawan masuk angin. Maka ketika ada yang menyebut demo itu tendensius, harus dipahami bahwa tendensius terhadap korupsi memang bentuk keberpihakan pada rakyat dan negara,” ujarnya.

Lebih jauh, Nurain menyoroti lambannya Kejaksaan dalam membuka fakta kasus yang diduga merugikan negara miliaran rupiah. Ia mendesak agar penyidik segera memeriksa seluruh pihak, termasuk Ketua DPRD dan Wakil Bupati yang disebut-sebut ikut menikmati aliran dana perjalanan dinas fiktif tersebut.

Masyarakat tidak butuh kompromi atau alasan kekeluargaan. Uang negara harus dikembalikan, dan mereka yang mengkhianati rakyat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Puskesmas Berlian Gelar Donor Darah di Desa Mutiara, Kumpulkan 21 Kantong
Menanti Pemeriksaan Wakil Bupati soal Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo
PKm Berlian Raih Apresiasi Kemenkes RI: Validasi Data Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Persen Sesuai SOP
Puskesmas Berlian Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81
Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis
Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Puskesmas Berlian Gelar Donor Darah di Desa Mutiara, Kumpulkan 21 Kantong

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:06 WITA

Menanti Pemeriksaan Wakil Bupati soal Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:52 WITA

PKm Berlian Raih Apresiasi Kemenkes RI: Validasi Data Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Persen Sesuai SOP

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:24 WITA

Puskesmas Berlian Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis

Berita Terbaru

Headline

Puskesmas Berlian Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

Senin, 17 Agu 2026 - 20:24 WITA