Berbagi Dosa dan Curiga

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 23:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bab 9

Sore itu, sebuah pesan suara berdurasi 2 menit 47 detik tiba di grup kecil para aktivis Tanowa. Pengirimnya anonim, suaranya sengaja diredam noise. Tapi kata-katanya jelas:

uang perjalanan dinas dibagi, semua tahu. Tapi yang paling gede itu dana aspirasi. Sudah diatur siapa dapat berapa. Ada jatah ke lembaga tertentu, supaya aman…”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama, rekaman itu menyebar seperti tumpahan minyak di permukaan air.

Pengakuan Tanpa Wajah

Rekaman itu tak menyebut nama, tak menyebut tahun. Tapi cukup rinci dalam skema:

Aleg A bertugas menarik nota dinas

Aleg B mengurus hotel fiktif

Aleg C menyetor sebagian ke “jalur belakang”

Lebih mencengangkan: ada bagian yang menyebut bahwa sejumlah uang aspirasi—yang sejatinya untuk rakyat—disisihkan untuk “jasa keamanan”.

Jangan tulis nama, tapi kamu pasti tahu siapa yang biasa jadi perantara”.

Tak perlu disebut siapa. Warga Tanowa sudah mulai menebak sendiri.

Sesama Terduga: Tak Lagi Saling Percaya

Di ruang tertutup DPRD, ketegangan mulai tumbuh. Tak ada lagi canda saat paripurna. Grup WhatsApp internal mendadak sunyi. Beberapa saling unfollow, bahkan memblokir satu sama lain.

Baca Juga :  Ada yang berubah di Tanowa setelah pukul 09.23 pagi.

Kamu yang rekam suara itu?”
“Siapa yang sebar dokumen PDF kemarin?”
“Kita sudah sepakat diam semua, kenapa kamu buka mulut?”

Rasa bersalah kalah oleh rasa takut. Tak ada yang yakin siapa akan ditumbalkan berikutnya.

Pertemuan-pertemuan Sunyi

Di luar jam kerja, mulai terjadi pertemuan gelap. Di kafe, di rumah keluarga, di tempat ibadah. Bukan lagi untuk menyusun program rakyat, melainkan untuk membagi dosa secara rapi.

Kalau ditanya soal 2020, bilang saja belum ingat”.
“Pokoknya semua yang tandatangan, sama-sama tanggung jawab”.

“Kalau ada yang ditahan, jangan sebut yang lain. Teken dulu suratnya”.

Politik diam mulai gagal.
Karena beberapa orang mulai mengkhianati kesepakatan semula.

Ketika Suara Bocor Membuka Segalanya

Aktivis media lokal mulai merapatkan barisan. Mereka membandingkan isi rekaman dengan dokumen perjalanan, menyusun kronologi baru. Salah satu jurnalis menulis:

Baca Juga :  Panggung yang Pindah

Rekaman ini tak sekadar pengakuan: ini adalah bukti bahwa korupsi bukan kecelakaan, tapi persekongkolan.”

Di kantor kejaksaan, penyidik juga sudah mendengarnya. Tapi belum ada pernyataan resmi. Mereka bermain waktu—lagi.

Siapa Menikung Siapa

Dari luar, publik melihat DPRD dan Sekretariat sebagai satu tubuh. Tapi di dalam, mereka mulai saling curiga.

Sekwan menuding para aleg yang memaksa penandatanganan
Aleg menyalahkan staf sekretariat yang menyusun agenda fiktif
Pimpinan menyebut semuanya atas nama “kolektif kolegial”
Staf hanya berkata: “Kami bawahan, mana berani menolak…”

Seolah mereka sepakat dalam kesalahan,
tapi tidak sepakat siapa yang harus menanggungnya.

Rekaman itu menjadi titik genting. Semua yang sebelumnya berdiri dalam satu lingkaran mulai mundur ke arah yang berbeda. Seperti kapal bocor yang penumpangnya saling dorong agar selamat sendiri.

Dan Nasa menuliskannya dengan kalimat pendek:

Dalam ruang gelap, kawan dan lawan hanya dibedakan oleh bisikannya.”

Bersambung…

Penulis : Nanang Syawal

Berita Terkait

Hakim Bernurani vs Birokrasi Penuntutan: Menyelamatkan Pidana Pengawasan di Era KUHP Baru
Kursi Sekda dan Rekam Jejak Kegagalan Sektor Pertanian di Boalemo
Gandeng Rusli Habibie, Wabup Boalemo Serahkan Proposal Infrastruktur ke Pimpinan Komisi V DPR RI
Petugas Kebersihan Belum Terima Hak, BKAD “Pesta Pora”, Bupati dan DPRD Kemana?
Pemandangan “Estetik” Pasca Kunjungan Pejabat: Karpet Sampah di Bawah Lampu Megah
Ironi Roda Dua di Boalemo: Fasilitas PAUD Pincang, Anggaran Dikbud ‘Dipaksa’ Wabup untuk Motor Pramuka?
Konspirasi Bayangan
Simfoni Tumbal dan Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:04 WITA

Hakim Bernurani vs Birokrasi Penuntutan: Menyelamatkan Pidana Pengawasan di Era KUHP Baru

Selasa, 21 April 2026 - 15:30 WITA

Kursi Sekda dan Rekam Jejak Kegagalan Sektor Pertanian di Boalemo

Rabu, 8 April 2026 - 17:59 WITA

Gandeng Rusli Habibie, Wabup Boalemo Serahkan Proposal Infrastruktur ke Pimpinan Komisi V DPR RI

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:58 WITA

Petugas Kebersihan Belum Terima Hak, BKAD “Pesta Pora”, Bupati dan DPRD Kemana?

Kamis, 16 Oktober 2025 - 01:00 WITA

Pemandangan “Estetik” Pasca Kunjungan Pejabat: Karpet Sampah di Bawah Lampu Megah

Berita Terbaru