Pilkada Boalemo untuk Siapa?

- Jurnalis

Minggu, 28 Juli 2024 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id _(Opini Politik) – Pemilihan Kepala Daerah atau biasa disingkat Pilkada memiliki sejarah panjang di Indonesia. Dari masa ke masa, tentu memiliki perubahan yang signifikan. Mulai diangkat oleh Presiden, dipilih oleh DPRD dan dipilih secara langsung oleh rakyat. Tentu, semua berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di Kabupaten Boalemo itu sendiri, Pilkada adalah momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat pada umumnya. Untuk memilih dan menentukan siapa yang akan melanjutkan pemerintahan sebelumnya.  Tim dan relawan pun mulai dibentuk  untuk memperkuat  setiap calon kandidat. Baik di tingkatan desa maupun kecamatan. Para pimpinan-pimpinan partai tentu mempersiapkan koalisi besar dalam menghadapi pilkada nanti. Namun pertanyaannya, Pilkada ini untuk siapa? Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat atau dari Bupati oleh Bupati dan untuk Bupati?.

Menggelitik rasanya ketika hal yang ditanyakan pertama kali adalah berapa kekuatan finansial.  Ibaratnya seperti seseorang yang akan menikah ketika ditanyakan soal mahar. Sah-sah saja, akan tetapi sebelum kita menyoal tentang mahar, hal yang paling penting adalah apa dan bagaimana kita membangun. Tentu kita telah mempelajari dan mendalaminya. Begitupun dalam perhelatan Pilkada, perbaikan apa yang akan dilakukan dan bagaimana Boalemo kedepan.

Seperti kita ketahui, Dari Tahun ke tahun kasus korupsi di kabupaten Boalemo semakin meningkat. Mulai dari Kasus Penggelapan Dana Desa, Eks Sekretaris Daerah Terpidana Kasus Korupsi Pertanian, Eks Sekretaris BKAD Terpidana Kasus Korupsi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kab. Boalemo, Eks Sekretaris Lingkungan Hidup terpidana kasus korupsi  PJU (Penerangan Jalan Umum) bahkan sampai Eks Bupati Boalemo yang menjadi tersangka Kasus Korupsi JUT (Jalan Usaha Tani). Tentu hal ini menjadi warning untuk kita semua.

Bukan Hanya itu, Dari segi tata ruang kita kalah jauh dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo. Contohnya Bianglala yang sudah tidak berfungsi,  Infrastruktur jalan yang rusak, Wisata Pantai Ratu Boalemo yang sudah rusak dan masih banyak lagi.  Ini sebenarnya menghabiskan anggaran yang cukup banyak dan pendapatannya hanya sedikit. Belum lagi menyoal tentang hak-hak honorer dan ASN, Kesejahteraan para tenaga pendidik, Tenaga Kesehatan, Petani dan Nelayan yang setiap tahun menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Dr. Sherman Moridu launching Inovasi SAI oleh Dikbud Boalemo

Memulai itu mudah. Mengelola dan mempertahankannya yang sulit. Sehingganya dimomentum Pilkada ini, Penulis berharap akan lahir pemimpin yang  jujur, adil dan bijaksana yang benar-benar mementingkan kepentingan rakyat. Bukan hanya kepentingan individu atau kelompok tertentu. Juga mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, seperti memberantas korupsi, Kebijakan yang pro terhadap rakyat, Kesejahteraan yang merata dan niat ikhlas untuk membangun Kabupaten Boalemo menjadi lebih baik lagi.

Penulis: Ishak Dai|Anggota Literasi Tolotahu

Berita Terkait

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Berita Terbaru