Trilogis.id (Boalemo) – Merasa kecewa dengan Keputusan Pemerintah Daerah, Ratusan warga memblokade kantor Diloato, Kecamatan Paguyaman, pada Selasa (15-08-2023).
Warga yang didominasi ibu-ibu itu, ramai-ramai mengenakan daster sebagai bentuk protes terhadap pengaktifan kembali kepala desa Diloato Anton Naki yanh terbukti secara sah dan meyakinkan sehingga menjadi terpidana kasus perzinahan.
“Kita maunya desa ini aman pak, kita tidak mau lagi kantor desa jadi tempat maksiat. Jangan sampai ada lagi oknum aparat desa yang melakukan tindakan amoral,” Teriak Pian Tuna, selalu tokoh masyarakat Diloato.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Perbuatan yang dilakukan oleh kepala desa bertentangan dengan norma-norma agama, sementara Pemerintah Daerah terkesan menutup mata dengan persoalan itu meskipun sudah tiga kali berganti Bupati.
“Kami akan menolak mati-matian sekarang kades yang tidak sesuai dengan norma agama. Jadi pemerintah daerah harus ambil tindakan,” Ketus Samsudin Walalangi, warga yang ikut menolak Kades.
Sebelumnya, pada senin 14-08-2023, Ratusan warga Diloato juga sudah melakukan aksi demontrasi didepan Kantor Bupati Boalemo.
Bahkan, aksi yang meminta Bupati Boalemo untuk mundur dari jabatannya, Demo sempat diwarnai dengan saling dorong pagar pintu masuk antara warga desa Diloato dengan satuan Pamong Praja.
Kendati demikian, demonstrasi tersebut tidak sampai menimbulkan kekacauan karena tidak berdialog dengan perwakilan Pemerintah Daerah karena Pj. Bupati dan Pj. Sekda tidak berada ditempat.




















