Dedy-Mawan, Mungkinkah Kehendak Rakyat?

- Jurnalis

Jumat, 26 Juli 2024 - 19:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Opini-Politik) – Kalau kita mau melihat Boalemo dengan konstelasi politik menuju Pilkada 2024, rasa-rasanya kita akan menerawang dengan tafsiran-tafsiran yang bebas. Entah itu tentang siapa-siapa figur pemimpim yang layak untuk turut terlibat merebut kursi DM 1 C dan DM 2 C, partai-partai apa saja yang akan terlibat dalam koalisi, hingga siapa figur yang menjadi kehendak langsung dari rakyat.

Konstelasi itu menjadi semakin kompleks, sehingga butuh pertimbangan matang untuk para politisi menentukan sikap politiknya. Meski begitu, kita tidak boleh menafikan hasil dari Pilpres dan Pileg 2024 yang belum lama ini dilaksanakan. “Irisan” Politik di pusat kerap kali menjadi referensi strategi dan taktik bagi politisi-politisi lokal untuk memulai langkah.

Kemenangan Prabowo dan Gerindra dalam perhelatan Pilpres 2024 menjadi kenderaan “mahal” dan rebutan bagi setiap “aktor”. Kemenangan satu putaran adalah bukti bahwa Gerindra mampu menghegemoni konstelasi politik lokal yang ada di Boalemo.

Sosok Nurmawan Pakaya yang merupakan kader Gerindra dan sudah mengabdikan dirinya hampir 10 tahun di pusat mulai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Figur muda ini mulai digadang-gadang akan bertarung dalam perhelatan Pilkada di Boalemo. Keseriusannya terlihat dengan langkah silaturahmi politik yang ia lakukan diberbagi sektor; baik dengan para tokoh politik lokal, juga dengan masyarakat di akar rumput.

Tak sampai disitu, alat peraga sosialisasi milik Mawan bahkan menyasar sepanjang Mananggu hingga Paguyaman Pantai. Di wilayah pusat ibu kota, baliho raksasanya terpampang jelas di Bilboard di kompleks Pasar Tradisional, Tilamuta.

Namun, belum jelas bahwa Mawan akan berobsesi sebagai bakal Calon Bupati atau Wakil Bupati. Kendati begitu, tagline “siapapun calon Bupatinya, Mawan Pakaya adalah Calon Wakil Bupati” adalah sinyal kuat bagi figur lain untuk meminang Mawan.

Dilain pihak, sosok yang disebut-sebut sebagai “Panglima Bongkar“, Dedi Hamzah, yang merupakan kader PDI-P juga, mulai mendeklarasikan sikapnya untuk meramaikan bursa Pilkada Boalemo 2024. Baliho yang bertuliskan Dedi Hamzah Calon Bupati Boalemo 2024 mulai menyebar disejumlah wilayah. Sama seperti Mawan, tagline yang muncul dari simpatisan Dedi ini yang bertajuk ” Siapapun Wakilnya, Bupatinya tetaplah Dedi Hamzah”.

Kedua sosok ini mulai dijodoh-jodohkan oleh berbagai pihak, karena punya latar belakang yang mirip. Selain masih muda dan punya pemahaman politik yang kuat, keduanya adalah mantan aktivis yang selalu bergandengan langsung dengan rakyat dan selalu memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

Baca Juga :  Pemkab Boalemo Gelar Sholat Subuh Berjama'ah

Tapi begitulah politik. “Warna” politik memang selalu menjadi warna yang abu-abu, tidak hitam dan putih, sedikit-sedikit berubah, dan untuk itulah, siapa yang berhasil menguasai konstelasi, dialah yang akan memenangkan konstestasi.

Kita lihat nanti, apakah kedua sosok ini akan memenangkan dan menjadi kehendak rakyat?

Mari “Torang Ukur“!

Penulis: Said Muhammad| Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo

Berita Terkait

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
PKM Berlian Gelar Pelayanan KB Serentak Gratis dalam Rangka Harganas ke-33
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru