Trilogis.id_(GORONTALO) – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu, menghadapi konsekuensi serius menyusul beredarnya video kontroversial yang memperlihatkan dirinya melontarkan pernyataan “kita rampok aja uang negara ini”.
Pihak internal PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo dengan tegas menyatakan tidak akan mentolerir tindakan kadernya tersebut dan memastikan akan mengambil langkah tegas.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo, Veny Anwar, angkat bicara pada Jumat (19/9), menegaskan bahwa pihaknya baru mengetahui keberadaan video tersebut dan segera melakukan koordinasi internal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami baru mengetahui masalahnya,” ujar Veny di Gorontalo.
Pernyataan Veny Anwar ini mengindikasikan bahwa Wahyudin Moridu tidak akan mendapat pembelaan dari partainya terkait video yang telah memicu kemarahan publik. Partai berlambangkan Banteng moncong putih itu, lanjut Veny, memiliki komitmen kuat untuk menjaga nama baik dan integritas kader.
“Partai tidak akan mentolerir perbuatan wakil rakyat yang tidak mencerminkan jati diri kader PDI Perjuangan,” tegas Veny.
Ia memastikan bahwa Fraksi PDI Perjuangan bersama partai akan segera menindaklanjuti masalah ini sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.
Sikap tegas PDI Perjuangan ini sejalan dengan desakan publik yang menuntut pertanggungjawaban atas pernyataan Wahyudin Moridu.
Sebelumnya, warga Gorontalo, Nanang Syawal, melayangkan surat terbuka yang menuntut pemecatan Wahyudin, audit menyeluruh, dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum atas pernyataan yang dianggap merendahkan martabat keuangan negara.
Dengan adanya pernyataan resmi dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu kini berada di ujung tanduk. Sanksi internal partai, yang bisa berujung pada pemecatan, diperkirakan akan segera diputuskan sebagai bentuk komitmen partai terhadap etika dan akuntabilitas wakil rakyatnya.


















