“Skandal Infrastruktur! Jalan Bypass Lahumbo Baru Dikerjakan Sudah Retak, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 02:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Kondisi jalan Bypass Lahumbo yang mulai menunjukkan keretakan di beberapa bagian jalan menjadi sorotan serius dari kalangan aktivis dan masyarakat.

Nanang Syawal, seorang aktivis yang dikenal vokal di Boalemo, menyoroti dugaan ketidakpatuhan terhadap spesifikasi teknis pada proyek jalan senilai Rp 83,7 miliar tersebut.

Menurut Nanang, dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya pekerjaan jalan ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi warga sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kenyataannya, jalan yang baru saja mulai dibangun tersebut sudah mulai mengalami kerusakan pada beberapa titik. Hal ini dianggap sangat disayangkan dan menimbulkan kecurigaan bahwa pengerjaan proyek tidak dilakukan dengan standar kualitas yang sesuai.

Saya mengingatkan Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) agar tidak main-main dalam mengawasi dan bekerja sama dengan PT. Trisandy Yudha selaku kontraktor pelaksana. Anggaran sebesar Rp 83,7 miliar bukanlah angka yang kecil, maka kami berharap pekerjaan ini bisa bertahan lama dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nanang Syawal saat ditemui pada Jumat (11 Juli 2025).

Nanang menegaskan, kerusakan yang sudah tampak jelas di beberapa badan jalan merupakan indikasi kuat bahwa pengerjaan jalan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Soal SK Plt. RSCG, Nasa: DPRD Kemana? Kita tidak butuh "juru tangkis"!

Ia bahkan menyebut pekerjaan proyek tersebut terkesan “abal-abal”, mengingat usia pengerjaan yang masih sangat singkat.

Lebih lanjut, Nanang juga menyoroti pengawasan yang dilakukan oleh BPJN terhadap proyek jalan Paguyaman-Tabulo yang dikerjakan oleh PT. Trisandy Yudha.

Ia menilai pengawasan yang lemah menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya kualitas pekerjaan jalan.

Kita semua berharap BPJN bisa menjalankan tugas pengawasannya dengan maksimal. Jika proyek baru tahap satu saja sudah menunjukkan kerusakan, maka sudah saatnya BPJN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan jalan Paguyaman-Tabulo yang dilakukan PT. Trisandy Yudha,” tambahnya.

Sorotan Nanang ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait agar tidak mengabaikan kualitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.

Baca Juga :  Korpri 53 Tahun, Pj. Bupati Boalemo serahkan SK Purna Tugas bagi ASN

Proyek jalan yang merupakan kebutuhan vital masyarakat harus dibangun dengan standar tinggi agar dapat bertahan lama dan berfungsi optimal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BPJN maupun PT. Trisandy Yudha terkait isu yang berkembang.

Namun, ketika ditemui beberapa pekan lalu, Pihak Ketiga selaku perusahaan pemenang proyek, AldiArafah mengatakan bahwa kerusakan yang timbul merupakan kewajaran dalam pekerjaan jalan.

Setiap tahap pekerjaan kami lakukan berdasarkan petunjuk teknis dan spesifikasi dalam kontrak. Kami tidak asal kerja. Semua progres didampingi pengawas teknis dari balai, dan kualitasnya diuji di laboratorium mutu,” ujar Aldi.

Masyarakat dan aktivis berharap ada tindak lanjut yang jelas demi menjaga kepercayaan publik dan menjamin keberlanjutan infrastruktur di wilayah Boalemo

Berita Terkait

Gorengan” Media yang Melenceng: Menepis Politisasi Boikot DPRD Boalemo dan Nyanyian Satir 5 Fraksi
Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk
“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis
Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya
“Kursi Kosong”, Boikot Ketua DPRD Boalemo Berkepanjangan Lumpuhkan Nadi Legislasi dan Merugikan PDIP ?
Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan
Jalan Rusak Parah Puluhan Tahun, Bupati Buta, DPRD Bisu; Uang Rakyat ke Mana?
Boikot untuk Ketua; DPRD Boalemo mulai Retak ??

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:13 WITA

Gorengan” Media yang Melenceng: Menepis Politisasi Boikot DPRD Boalemo dan Nyanyian Satir 5 Fraksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:28 WITA

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:34 WITA

“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:33 WITA

Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:19 WITA

Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan

Berita Terbaru

Daerah

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:28 WITA