Fiskal Daerah Tertekan: Banggar DPRD Boalemo Konsultasi ke Kemendagri Bahas Penurunan Dana Transfer

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 16:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id(DPRD BOALEMO) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Boalemo bersama perwakilan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menggelar konsultasi intensif dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Bina Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Pertemuan tersebut berfokus pada penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 di tengah kekhawatiran atas penurunan signifikan dana transfer dari pusat.

Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, secara langsung menyampaikan kekhawatiran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dana transfer dari pusat mengalami penurunan. Ini tentu berdampak pada ruang fiskal daerah,” ujar Karyawan Eka Putra Noho.

Isu Utama yang Ditekankan Banggar:

  • Dana Bagi Hasil (DBH): Anggota Banggar Arman Naway menyoroti menurunnya DBH dari sektor sawit dan tambang serta meminta kejelasan mekanisme penyaluran royalti.
  • Beban Belanja Pegawai: Hardi Syam Mopangga mengkritik sentralistiknya pengelolaan anggaran daerah di tengah beban belanja pegawai yang tetap tinggi. Kemendagri (melalui Rooy Salamony) menegaskan aturan batas belanja pegawai di atas 30% akan berujung pada pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU).
  • Program Beasiswa: Anggota Muhammad Amin mempertanyakan alokasi beasiswa. Rooy Salamony memastikan program beasiswa tetap bisa dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan maupun Kesra, termasuk untuk kegiatan keagamaan.
Baca Juga :  Bersama Duta Digital, 20 Desa di Boalemo, otw Desa Cerdas

Respons Kemendagri: Perubahan Skema DAU ke Inpres

Baca Juga :  DPRD Boalemo Soroti Proyek Videotron: Izin Tak Jelas, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan

Perwakilan Ditjen Bina Keuda, Rooy Salamony, membenarkan bahwa alokasi DBH sawit akan diserahkan sesuai PP Nomor 12 dan 14. Ia juga mengungkapkan adanya perubahan skema besar DAU yang kini dialihkan ke program Instruksi Presiden (Inpres) senilai total Rp1.300 triliun.

Untuk mengakses dana Inpres ini, Pemda Boalemo harus mengajukan proposal melalui aplikasi KRISNA dan menyelaraskannya dengan enam program prioritas pusat, seperti Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

Terkait regulasi P3K dan tunjangan DPRD, Rooy menjelaskan bahwa PP Nomor 12 masih menjadi acuan, dan besaran tunjangan DPRD wajib menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Berita Terkait

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis
Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Berita Terbaru